Uneg-uneg Helpdesk

Sebagai petunggon lab, wajar bila saya selalu mengamati kebiasaan mahasiswa yang menggunakan fasilitas yang ada di lab. Ada yang saya sukai kebiasaan tersebut, ada pula yang membikin saya jadi jengkel.

Biasanya jejak kebiasaan mahasiswa terlihat ketika saya akan menutup lab. Selama menelusuri setiap komputer lab, saya melihat 'tisu bekas' berceceran di meja komputer. Hal ini yang membuat ngeri tangan saya untuk membuangnya. Tidak diambil, takutnya lab jadi tempat pembuangan tisu bekas. Mau tidak mau memang harus diambil. Lha wong saya khan petunggon lab, sudah menjadi kewajiban saya untuk menjaga fasilitas lab agar tetap nyaman. Untung aja tidak semua mahasiswa yang begitu, cuman segelintir oknum-oknum yang jarang terdeteksi.

Tidak hanya sampai di situ, masih terlihat botol-botol minuman dengan berbagai bentuk tidak ketinggalan untuk menghiasi hari-hariku. Mulai dari bekas botol yang bentuknya kotak, ada juga yang silinder, ada juga yang... duh tidak tahu istilahnya. Ini masih mending dibandingin kasus tisu bekas. Ini paling enak mengajak pemungut botol-botol minuman. Mungkin bisa menambah omset dia kali ya.. Kalau botol minuman saya masih mudah membuangnya tanpa harus melindungi tangan. Sayang, kenapa yang dibuang koq botol yang sudah dipakai oleh pemiliknya, koq tidak ada yang masih tersegel dengan bagus.

Dulu pas lagi banyak-banyak tugas, kebutuhan akan fasilitas komputer sangat penting. Satu komputer menjadi rebutan oleh banyak mahasiswa. Apalagi di saat ada tugas kelompok. Harapan ideal, satu blok meja komputer inginnya menjadi blok dari kelompok yang sama. Di sinilah kebutuhan kursi yang sering diperebutkan. Ada yang mengambil dari kursi blok meja lain, bahkan kasus ektrim, mengambil kursi dari ruang lab yang berbeda. Permasalahannya, terkadang ada sebagian mahasiswa yang lupa untuk mengembalikan kursi yang sudah dipinjamnya ke tempat semula. Akhirnya kembali ke petunggon lab, saya harus mengembalikan ke tempat semula.

Ini nih yang paling aneh lagi. Di lorong-lorong untuk keluar dari lab, setiap mahasiswa pasti akan melalui dua pintu. Sebut aja yang pertama pintu utara (deket satpam)dan yang kedua pintu selatan. Untuk yang pintu selatan ini sudah terpampang, "PINTU HARAP TUTUP KEMBALI". Harapan dari pengumuman ini, untuk mengisolasi aliran pendinginan AC tidak lepas keluar ruangan lab. Sayang kebiasaan sebagian mahasiswa, "Habis Buka Tutup Lupa" masih belum bisa dihilangkan, walhasil saya kadangkala harus mengecek pintu selatan ini nih. Capek juga harus bolak-balik.

Untungnya ada beberapa kebiasaan mahasiswa yang saya sukai. Kebiasaan untuk membantu petunggon lab untuk mematikan beberapa komputer. Biasanya ini dilakukan oleh pengguna lab1103 bagian belakang. Terima kasih guys. Harapan kepada pengguna fasilitas lab, budayakan untuk peduli terhadap fasilitas lab. Jadikan perlakuan fasilitas lab layaknya perlakuan terhadap barang-barang pribadi kita. Saya yakin kita bisa melakukan hal tersebut.


4 comment(s):

yud1 said...

btw, kan helpdesknya udah ganti... jadi udah pensiun, dong.

setuju... apalagi kalau ada fasilitas rusak (misalnya mouse gak enak) gak ada yang bilangin (palng cuma ditinggal aja).

gimana nih?

Hadi said...

@yud1: yup... harapannya para penggun a lab juga proaktif membantu helpdesk mengenai kerusakan fasilitas lab. biasanya dari it fasilkom akan langsung memperbaiki kerusakan/kesalahan yang terjadi.

btw, aku masih jadi petunggon lab hingga akhir februari nanti. jadi masih legal menggunakan fasilitas lab :)

yayan said...

wah dimana2 sama aja, kadang mahasiswa itu suka males ... apalagi klo misal udah make lab, suka lupa matiin AC... pernah waktu aku balik dari lab lebih awal, di situ masih ada beberapa mahasiswa yg makai lab, besok paginya... brrrr... lab serasa kutub utara... duingin bangeeettt...

Anonymous said...

budaya tertibnya kurang ya. Sabar..sabar..:)

-safarindiyah-